Kamis, 10 Mei 2018 04:30 WITA

Rawat Ban Kendaraan dengan 4 Tips Ini

Editor: Jumardin Akas
Rawat Ban Kendaraan dengan 4 Tips Ini

RAKYATKU.COM - Pecah ban menjadi salah satu pemicu kecelakaan, khususnya di jalan bebas hambatan. Bukan tanpa sebab, ban menjadi komponen vital pada kendaraan dan punya banyak fungsi; menopang bobot kendaraan hingga meredam getaran untuk memberikan kenyamanan saat berkendara.
 
Baik buruk kondisi ban juga sangat berpengaruh terhadap keselamatan berkendara. Pengecekan dan perawatan ban secara benar perlu dilakukan berkala.

Setidaknya ada empat aspek yang bisa dilakukan untuk memastikan kondisi ban dalam kondisi prima. 

1. Tekanan Angin 

Poin dasar dan terpenting agar ban selalu 'sehat' adalah rutin memeriksa tekanan angin pada ban. Sebagai pemilik kendaraan, kamu harus mengetahui berapa tekanan angin yang dianjurkan pabrikan. 
Secara teori, ban harus memiliki tekanan angin yang tidak kurang dari yang dianjurkan pabrikan. Setiap tekanan ban yang lebih rendah sekitar 30 persen dari anjuran dapat membuat efisiensi bahan bakar berkurang hingga 2 persen. 

2. Kembangan ban

Perhatikan kebersihan kembangan atau alur ban yang memicu timbulnya masalah serius pada ban. Saat mengecek kebersihan sela-sela ban, buanglah benda-beda asing yang biasanya terselip di sana, seperti batu kerikil atau benda asing lainnya yang tanpa disadari bisa saja menempel ketika berkendara. 
Tapak ban

Bila dibiarkan, benda-benda asing ini bisa berpotensi membuat ban menjadi bocor. Selain itu, dia pun bisa menutup permukaan dari alur ban, yang bisa menurunkan kemampuan cengkraman ban pada permukaan jalan. 

3. Periksa kerusakan fisik ban

Lazimnya, hal ini bisa dilakukan pada saat kamu melakukan servis berkala. Apabila ada rasa-rasa berbeda saat berkendara yang disebabkan kondisi ban, mungkin saja ada masalah serius pada ban yang harus kamu benahi. Kerusakan yang terdapat di luar ban bisanya berupa sobekan atau retakan.

Mengetahui sejak dini segala kerusakan membuat kamu untuk bisa langsung mengambil tindakan. Kalau kamu menemukan kerusakan-kerusakan tersebut, tidak ada jalan lain selain dengan menggantinya. 


Kalau kamu abai dan tidak mengetahui kerusakan sejak dini, dikhawatirkan ban bisa pecah secara tiba-tiba saat digunakan. Hal tersebut tentunya sangat membahayakan. 

4. Rotasi ban 

Terakhir, wajib hukumnya sebagai sang empunya kendaraan untuk merotasi ban secara rutin. Baik ban utama maupun ban serep itu harus dirotasi paling tidak setiap 5.000 km sekali.

Tujuan daripada merotasi sendiri, agar tingkat keausan pada keempat ban utama mobil kamu merata di tiap ban.