Selasa, 15 Mei 2018 05:30 WITA

Ternyata Cairan Anti Bocor Malah Bikin Ban Bocor, Begini Alasannya

Editor: Aswad Syam
Ternyata Cairan Anti Bocor Malah Bikin Ban Bocor, Begini Alasannya
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Tren menyuntikkan cairan atau gel anti bocor, belakangan banyak dilakukan oleh pemilk kendaraan dengan ban tubeless. Cairan itu berfungsi untuk menambal secara otomatis saat ban tertusuk paku atau benda tajam lainnya.

Cairan itu akan merembes ke lubang bekas tusukan dan mengeras. Sehingga tak perlu cemas ban akan bocor.

Tapi benarkah fungsi tersebut? Dikutip dari situs resmi Suzuki, jawabannya tidak.

Menurut Surya, petugas tambal ban tubeless di SPBU Pertamina Depok, Jawa Barat, secara kerja memang cairan anti bocor bisa membantu untuk melakukan penambalan secara otomatis. Tapi itu hanya sementara, terlebih untuk cairan anti bocor berkualitas rendah.

"Saat ban tubeless tertusuk paku atau benda tajam lainnya, cairan anti bocor terkadang meninggalkan lubang kecil yang membuat ban kempis secara perlahan. Solusinya, tetap harus dilakukan penambalan," terangnya.

Selain itu, untuk lubang ban yang cukup besar, atau kualitas kekentalan cairan anti bocor yang buruk, terkadang cairan akan merembes ke luar ban hingga menyebabkan ban dan garasi jadi kotor. Untuk masalah ini, tetap solusinya adalah melakukan penambalan.

Lebih lanjut, Surya menjelaskan, cairan anti bocor itu justru akan merusak pentil ban. Ban akan kempis secara perlahan akibat udara yang keluar dari sela-sela pentil.

"Cairan anti bocor berpotensi menyumbat pentil ban sehingga akan menyulitkan saat proses tambah angin. Jika sudah begini, mau tak mau harus membeli pentil baru. Selain itu, cairan anti bocor tidak disarankan karena bisa menyebabkan korosi pada velg," lanjutnya.

Selain itu, adanya cairan asing yang mengisi bagian dalam ban, berpotensi mengganggu keseimbangan laju kendaraan, meskipun dampaknya sangat kecil. Makanya, penggunaan cairan anti bocor ini tidak disarankan.