Selasa, 12 Juni 2018 08:03 WITA

Mudik Pakai Motor Custom, Simak Kiat-kiat Builder Satu Ini

Editor: Aswad Syam
Mudik Pakai Motor Custom, Simak Kiat-kiat Builder Satu Ini
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Tidak terasa, sebentar lagi umat muslim akan merayakan Idulfitri, dan pastinya banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk bersilaturahmi di kampung halaman, termasuk "kuda besinya" yang sudah dicustom. Segala persiapan musti dilakukan agar perjalanan mudik menjadi nyaman dan aman.

Dalam musim mudik motor kali ini, Arie Indra Perkasa, builder rumah modifikasi Street Arts Custom di bilangan Depok, Jawa Barat, memberikan sedikit tips untuk pemudik yang menggunakan sepeda motor, terlebih menggunakan motor custom.

Berikut tipsnya seperti dilansir dari otoasia:

1. Tips pertama memang agak umum, tapi pastinya sangat berguna, yaitu faktor kelengkapan berlalu lintas. Mulai dari mulai surat surat kendaraan, sampai safety gears, seperti helm, masker, sarung tangan, jaket, sampai dengan sepatu.

"Saya sangat tidak menyarankan riding menggunakan sandal, apapun jenisnya," ujar Arie, mengingatkan.


2. Bawa cadangan sparepart fast moving, seperti busi, filter bensin, kabel kopling/kabel gas, dan ban dalam. Nah soal ban dalam, terutama motor custom harus wajib bawa ban dalam cadangan. Pasalnya, pada motor custom seringkali menggunakan ban-ban tidak lumrah atau ban custom, karena tidak semua daerah tersedia stok ban dalam ukuran yang aneh-aneh. Dan pastikan bawa juga kunci kunci penting, seperti kunci busi, kunci 10, obeng, gunting, dan tang

3. Bawa cadangan air mineral. Lho kan puasa? Iya, tapi tunggu dulu. Ini bukan cuma untuk diminum, tapi air mineral terkadang dibutuhkan untuk beberapa hal di motor lho. Contohnya seperti membersihkan kacamata/kaca helm, membersihkan lampu depan, cuci muka, sampai sebagai pengganti sementara minyak rem dan juga radiator cooler, terutama yang menggunakan mesin ber-radiator.

"Ingat, ini sifatnya hanya sementara dan darurat, jangan terus-terusan," tegas Arie, mewanti-wanti.

4. Ini pasti yang Jarang diperhatikan, yakni membawa kotak P3K sederhana. Minimal untuk menantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. "Setidaknya kita bisa memberikan bantuan bagi diri sendiri atau orang lain," imbuhnya.

5. Yang pasti, kata Arie, terakhir adalah perhatikan rute perjalanan. Pastikan teman teman pemudik tahu kemana rute jalan pergi dan pulang. Jangan sampai nyasar dan tersesat, sehingga menghabiskan waktu di jalan, bahkan bisa menguras tenaga dan biaya tak terduga.

"Ini penting. Pokoknya harus hafal rutenya, wajib. Jangan sampai tiba di kampung halaman pas lebaran tahun depannya, he-he-he," tutup Arie sedikit berkelakar.