Selasa, 19 Juni 2018 06:37 WITA

Bijak Memilih Posisi Anak Saat Arus Mudik

Editor: Aswad Syam
Bijak Memilih Posisi Anak Saat Arus Mudik
ilustrasi

RAKYATKU.COM - Sekarang masih suasana mudik dan arus balik. Kebanyakan anak-anak suka sekali duduk di baris depan kendaraan. Sebagian besar mungkin ingin turut merasakan sensasi 'mengendalikan' laju mobil. Anak ingin ikut menjadi orang pertama dalam melihat apa saja yang ada di depan atau yang terjadi di depan kendaraan.

Sayangnya, tidak sedikit orang dewasa yang mengakomodasi kegemaran anak-anak ini. Entah karena anaknya rewel atau malah si orang dewasa yang memang suka anak-anak ada di dekat-dekatnya, meski sedang mengemudi. Padahal, saat duduk di depan, mereka suka menekan-nekan tombol dan melakukan hal-hal lainnya karena rasa keingintahuan alami mereka yang besar.

Masalahnya, sadar atau tidak, keberadaaan anak-anak di baris depan sudah pasti mengganggu konsentrasi pengemudi. Bahkan bagi pengemudi berpengalaman, tingkat konsentrasi sudah pasti turun. Jika Anda sedang mengemudi di jalan tol yang terbilang lancar, lupakan keinginan mengajak si anak bercanda saat sama-sama duduk di baris depan.

Dikutip dari otosia, ini tips berkendara mudik jarak jauh bersama si buah hati.

a. Beri pemahaman kepadanya dengan bahasa yang mudah dimengerti bahwa berkendara itu butuh konsentrasi penuh demi keselamatan bersama. Kata-kata seperti, "Kalau kamu duduk di depan juga, konsentrasi Ayah terganggu. Kalau konsentrasi terganggu, mobil kita bisa kenapa-kenapa, nanti Kakek-Nenek sedih nggak bisa ketemu kita" boleh dilontarkan jika anak masih belum mau mengerti.

b. Beri akses entertain dari baris depan kepada anak. Tapi, tunggu dulu, maksudnya bukan membiarkan si anak menjulurkan tangannya ke depan. Tawarkan 'layanan perpanjangan tangan' kepadanya. Boleh juga pakai gimik-gimik, "Pak Kapten, mau lagu apa? Kami siap memutarkan." Tujuannya agar si anak merasa tetap punya sensasi 'mengendalikan' kendaraan. Tentu jangan lupa mengatur batas instruksinya agar si anak tidak kebablasan merasa bisa mengatur segalanya. Memberi pengertian soal batasan juga penting.

c. Beri keasyikan. Ini mungkin langkah terakhir. Beri gadget dengan permainan yang mendidik. Syukur-syukur bisa menayangkan bacaan yang menarik. Atau setidaknya beri tontonan yang menarik namun tetap mendidik.

Beri kesibukan bercerita pada anak sering berhasil membuatnya lupa untuk duduk di depan. Bersikaplah antusias pada ceritanya. Berempatilah pada keinginannya. Orang dewasa perlu stok pertanyaan atau stok cerita untuk perjalanan mudik yang jauh.

Semoga berguna. Selamat mencoba.