Selasa, 10 Juli 2018 05:32 WITA

Waspada, 20 Persen Pengemudi Dewasa Tidur Saat Nyetir

Editor: Aswad Syam
Waspada, 20 Persen Pengemudi Dewasa Tidur Saat Nyetir
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Berkendara dalam keadaan mengantuk sangat berbahaya. Menurut hasil sebuah survey, sekitar 20 persen pengendara mengaku mengantuk atau secara tidak sadar sering tertidur saat mengemudi.

“Pada survei terhadap pengendara mobil dewasa menunjukkan 20 persen di antara mereka mengaku sering tertidur ketika mengemudi. Kondisi ini sungguh berbahaya bagi dirinya dan orang lain,” ujar Heri Setiadi, Pengamat Kopi Nasional sebagaimana dilansir Otoasia.

Heri memaparkan, sebagian pengemudi mobil tidak menyadari jika dirinya tertidur saat berkendara. Kondisi ini tidak hanya membahayakan dirinya namun dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas yang fatal. Sebab dalam kondisi tidak sadar lantaran tertidur, apapun bisa terjadi. 

“Ini harus diwaspadai oleh siapapun. Bukan hanya pengemudi yang mengantuk, tapi juga pengendara lain,” tambahnya.

Ia menyarankan, jika pengemudi merasa lelah dan mengantuk sebaiknya tidak memaksakan untuk berkendara. Menepikan kendaraan di suatu tempat untuk beristirahat sejenak adalah pilihan yang baik untuk memulihkan kondisi badan, sekaligus menghindari kemungkinan kecelakaan di jalan.

Selain beristirahat, untuk menghilangkan rasa kantuk, meminum kopi juga dianjurkan. Kopi dipercaya bisa mengusir rasa kantuk saat berkendara. Waktu meminum kopi ketika beristirahat atau rileks sangatlah tepat. Ada beberapa jenis kopi yang mampu membuat mata pengendara tetap terjaga.

Minum kopi

“Kopi jenis robusta dapat dipilih karena kandungan kafeinnya cukup tinggi, sehingga membuat pengendara dapat tetap terjaga,” imbuhnya.

Selain robusta, jenis arabica bisa dicoba. Sebelum ngopi sebaiknya perut sudah terisi guna mencegah terjadinya kembung. 

“Seduh kopi dengan air mendidih 92 derajat celcius, lalu diamkan sejenak selama sekitar 4 menit dan nikmatilah. Kafein yang terkandung di dalamnya akan bekerja setelah 30 menit. Ini salah satu cara terbaik ketika pengemudi didera rasa kantuk, dan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” papar Heri.

Ia menyarankan, setelah meminum kopi sebaiknya pengemudi beristirahat setengah jam sebelum melanjutkan perjalanan. 

“Lebih baik tidak dicampur gula, krim atau susu agar bisa dinikmati rasa kopinya. Tapi ini hanya persoalan selera saja, bisa juga pengemudi menambahkan gula atau krim sesuai seleranya. Intinya, setidaknya kopi bisa membuat mata tetap terjaga, dan terpenting harus berhati-hati dalam mengemudi,” tutup Heri.