Minggu, 15 Juli 2018 06:30 WITA

Xpander Merosot Tajam, Bagaiamana Nasib Avanza?

Editor: Adil Patawai Anar
Xpander Merosot Tajam, Bagaiamana Nasib Avanza?

RAKYATKU.COM - Pada Juni 2018 kemarin, penjualan Mitsubishi Xpander merosot cukup tajam, lebih dari 50 persen, yaitu 3.278 unit. Padahal, berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), di bulan Mei sanggup angka penjualan mobil ini mencapai 7.601 unit.

Ada apa? Saat kami coba konfirmasi ke Mitsubishi, salah satu petinggi perusahaan menjawabnya dengan logis.

"Xpander terjadi penurunan Juni 2018 dikarenakan hari efektif kerja yang terpotong karena libur panjang dan faktor kendala pengiriman. Seperti yang Anda tahu, terjadi pembatasan pengoperasian kendaraan ekspedisi selama masa mudik lebaran. Ini seasonal lebaran biasa terjadi setiap tahun,” papar Irwan Kuncoro, Sales & Marketing Director PT MMKSI dilansir Liputan6.com.

Nah, kalau angka itu kita adu dengan sang kompetitor, penjualan Toyota Avanza tercatat mencapai 4.648 unit pada Juni. Torehan Juni sama-sama menurun, tapi sedikit lebih banyak Avanza.

Meski kalah dari Avanza, namun posisi tahta LMPV di paruh tahun fiskal ini masih dipegang erat Xpander. Dari Januari hingga Juni 2018, tercatat Xpander sudah terjual 39.948 unit. Sementara Avanza hanya terpaut sedikit, di angka 39.455 unit. Kedua merek ini bertarung ketat untuk bertengger di posisi atas, meski Avanza belum muncul versi teranyarnya.

Toh pertarungan untuk mendapat ceruk pasar low MPV belum usai. Mitsubishi bahkan siap membawa varian anyar Xpander di GIIAS Agustus nanti. Artinya, pabrikan dengan lambang tiga berlian ini, serius menggempur Avanza yang sudah lama mengakar di hati konsumen Indonesia. Lalu di posisi ketiga di pasar ini ada Suzuki Ertiga, dengan jubah anyar dan mesin baru.

Pada Mei 2018 Ertiga terjual cukup banyak, di angka 4.449 unit. Namun karena musim liburan, di Juni penjualannya menurun menjadi 1.929 unit. Bahkan Xenia, saudara kembar Avanza harus puas terjual 524 unit pada Juni 2018. Semua merek mengalami penurunan di Juni, meski porsinya berbeda-beda lantaran faktor musiman.