Senin, 20 Agustus 2018 06:00 WITA

Bagian Mobil yang Rawan Rusak Jika Semprot dengan Air Tekanan Tinggi

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Bagian Mobil yang Rawan Rusak Jika Semprot dengan Air Tekanan Tinggi

RAKYATKU.COM - Menyemprotkan air bertekanan tinggi saat mencuci mobil adalah hal biasa. Hal ini dilakukan supaya kotoran yang menempel di mobil bisa luruh.

Tapi taukah kamu, cara itu ternyata juga tidak sepenuhnya baik. Melansir situs resmi Hyundai, bagi yang doyang menyemprotkan air bertekanan kencang pada mobil harap berhati-hati, sebab aada tiga bagian yang rawan bermasalah.

1. Sensor

Komponen ini erat kaitannya engan kelistrikan.Di antaranya sensor parkir. Bagian ini memang mudah sekali kotor tapi berisiko saat pencucian dengan air bertekanan. Walaupun sudah dilindungi sil karet, tidakdianjurkan menembak sensor parkir secara langsung.

Di bawah sil plastik ada sensor yang rawan terkena tekanan air. Selain sensor parkir, sensor kelistrikan pada lampu-lampu juga rawan dengan pengguanaan tekanan air.

Ada kemungkinan tekanan air bisa mencapai sela-sela lampu dan masuk ke dalamnya, sehingga mengganggu kelistrikan lampu. Bahkan berakibat korslet. Terakhir adalah sensor ABS. Hati-hati menyemprotkan air tekanan pada bagian seputaran roda.

2. Bodi Mobil

Air bertekanan bisa kemungkinan merusak bodi. Biasanya dialami pada bodi mobil yang mengalami repaint atau cat ulang dengan kualitas rendah.

Jika teknik penyemprotan tak benar maka, kotoran yang menempel pada bodi mobil juga bisa menimbulkan goresan. Begitu pula dengan kepresisian bodi samping mobil.

3. Lapisan Anti Karat

Penyemprotan air bertekanan juga bisa mengikis lapisan anti karat yang ada di mobil. Seperti di bagian rumah roda. Bahkan dilansir Liputan6, selain air bertekanan tinggi, seringkali tukang cuci juga menggunakan sikat untuk mengangkat kotoran yang masih bandel nempel.