Kamis, 20 September 2018 07:15 WITA

Cerita tentang Bupati Maros di Balik Maraknya Komunitas Trail di Butta Salewangang

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Cerita tentang Bupati Maros di Balik Maraknya Komunitas Trail di Butta Salewangang
Beberapa anggota komunitas trail di Maros.

RAKYATKU.COM - Komunitas trail tumbuh subur di Maros. Siapa sangka Bupati Hatta Rahman punya andil yang tak kecil.

Setidaknya terdapat empat komunitas trail yang saat ini eksis di Kabupaten Maros. Mereka yakni Airborne 3 yang kebanyakan crosser merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia. Selanjutnya komunitas Trail Pallawa yang banyak crossernya dari kepolisian. 

Sementara crosser yang berada di sekitat Camba, Cendrana, dan Mallawa tergabung dalam komunitas trail Traton. Mekanik dan para pembalap di Kabupaten Maros juga tak ketinggalan. Crosser yang ahli dalam bidang mekanik dan pembalap (drag dan road race) tergabung dalam komunitas trail Pumas.

Keberagaman latar belakang tersebut tak lantas membuat jarak di antara para crosser. Komunitas trail tersebut dipersatukan dalam Tomaru Trail Adventure Comunity (Tomtrac).

"Jadi memang kita mempersatukan komunitas trail yang ada di Kabupaten Maros," ungkap Saharuddin Datuk yang ditemui di Kota Maros.

Bang Datuk, sapaan akrap Saharuddin Datuk menyebut komunitas trail di Kabupaten Maros sangat kompak. Hal tersebut terbukti dengan event trail yang tiap tahun dilakukan. Bahkan crosser ada yang datang dari pulau lain di luar Sulawesi.

"Kita selalu laksanakan event setiap tahun. Event tanggal 22, Sabtu-Minggu ini sudah event keempat. Itu bisa kita lakukan berkat kerja sama kita yang kompak," tambah Bang Datuk yang juga ketua panitia One Day Trail Adventure Part 4.

Event trail adventure bagi crosser Tomtrac menjadi ajang silaturahmi. Setiap event trail selalu dikirim perwakilan crosser Tomtrac untuk menghadiri. Saat ini crosser yang tergabung dalam Tomtrac kurang lebih 100 crosser.

"Kita banyak main di luar seperti di event Bulukumba, event Pinrang, event Malino, event Enrekang, event Soppeng dan lain-lain. Silaturahminya yang kita jaga sehingga kita selalu kirim perwakilan. Jika banyak yang luang waktunya, banyak juga yang berangkat," tambahnya. 

Cerita tentang Bupati Maros di Balik Maraknya Komunitas Trail di Butta Salewangang

Pejabat Maros Pun Ikut Berlumpur

Menjalani rutinitas yang padat terkadang membuat jiwa dan raga tegang. Berbagai cara dilakukan untuk merefresh pikiran dari rutinitas yang padat. Setiap orang memiliki cara yang berbeda. 

Trail adventure merupakan salah satu dari sekian banyak cara untuk merefresh otak. Latar belakang pun tak menjadi soal untuk bermain trail. 

Tomtrac secara resmi didirikan pada tahun 2012 lalu. Pada saat itu crosser yang tergabung dalam Tomtrac langsung banyak.

Loading...

"Memang kita langsung banyak karena sebelum resmi dibentuk kita sudah sering main bersama. Setelah main tersebut muncul usulan untuk membuat komunitas," ungkap Bang Datuk.

Nama Komunitas : Tomaru Trail Adventure Community (Tomtrac)
Penggagas: Hatta Rahman (Bupati Maros)
Ketua Umum : AS Chairil Syam (Ketua DPRD Maros)
Ketua Harian:  Rusli Rasyid (anggota DPRD Maros Fraksi Hanura)
Base camp Tomtrac : Jalan Gladiol, Kota Maros 
 

Sebelum resmi dibentuk salah satu orang yang mewacanakan Tomtrac adalah Moh Hatta Rahman, bupati Maros saat ini. Adapun ketua umum yang ditunjuk pada saat itu adalah Chairil Syam sang saat ini menjabat ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros. Saat ini Base camp Tomtrac berada di Jalan Gladiol, Kota Maros.

Setelah menjadi bupati, Hatta Rahman juga masih kerap ikut bermain. Tak hanya bermain, Hatta Rahman juga ternyata memanfaatkan trail adventure untuk mengecek kebutuhan infrastruktur rakyatnya.
 
"Selain naik trail juga pantau infrastruktur jalan. Hampir setiap pekan berkunjung ke daerah yang dianggap susah dijangkau kendaraan biasa," tambahnya. 

Meski kerap bermain bersama Hatta Rahman, Bang Datuk menegaskan Tomtrac tetap independen. Dalam kontes politik, Tomtrac tidak memihak.

"Kita mendukung program pemerintah, namun dalam urusan politik, kita tidak terlibat. Kita tetap independen. Kita sebagai tim Tomtrac tidak lihat sebelah mata. Jika anggap bagus, kita tetap bikin programnya," tambahnya.

Kehidupan Masyarakat Tetap Diperhatikan

Trail adventure selain sebagai olahraga, juga untuk melatih kepekaan sosial. Hal ini terbukti dengan perhatian yang diberikan crosser Tomtrac pada masyarakat di sekitar jalur yang dilalui saat bermain.

"Kita bukan sekadar senang-senang. Saat bermain kita juga bersosialisasi dengan warga dekat jalur," celetuk crosser Tomtrac dengan rambut model cepak.

Hal tersebut diaminkan Bang Datuk. Crosser Tomtrac yang berlatar belakang berbeda-beda sering mengumpulkan dana untuk disumbangkan kepada warga yang membutuhkan.

"Kita kumpul-kumpul dan dibagikan ke warga dekat jalur. Kalau Ramadan kita rutin membagikan sembako," tambah Bang Datuk.

Perhatian yang sama dilakukan terhadap rumah ibadah. Crosser Tomtrac juga pernah bahu membahu untuk menambah kebutuhan pembangunan masjid di Bara, perbatasan Malino-Maros dan masjid di Tala-Tala, Bonto-Bonto.

"Memang kita berusaha tak sekadar main trail. Kita berharap dari apa yang dilakukan, dapat memberi hal positif bagi orang lain," ungkapnya.

Loading...
Loading...