Sabtu, 22 September 2018 04:30 WITA

"Jual" Nama Soekarno-Jokowi, Bikers Indonesia di India Bebas Hambatan

Editor: Nur Hidayat Said
Gunadi (dua kiri) saat berada di India. (Foto: Kompas.com)

RAKYATKU.COM, BIHAR - Gunadi adalah biker Indonesia yang punya misi untuk mencapai Himalaya menggunakan motornya.

Dirinya memulai perjalanan mulai Minggu (26/8/2018) dari Jakarta dan Kamis (20/9/2018) dirinya dilaporkan sudah ada di Bihar, India.

Ternyata sebelum Gunadi tiba di daerah tersebut ada cerita menarik di belakangnya.  Pada Rabu (19/9/2017) malam, perjalanan Gunadi sempat terhambat karena jembatan putus di Sungai Ganges yang melintasi daerah Katria.

Oleh kontraktor yang mengurus jembatan tersebut, Gunadi dan motor Viar Vortex 250-nya sempat tidak diizinkan lewat karena jembatan masih diperbaiki.

Sebenarnya ada pilihan jalur lainnya, tetapi Gunadi harus menempuh jarak sejauh 550 kilometer dan itu pun harus putar balik.

Karena sadar jaraknya terlalu jauh kalau harus putar balik Gunadi akhirnya coba cari jalan keluar. Caranya adalah melobi kontraktor tersebut dengan menyebut dirinya berasal dari Indonesia.

Selain itu, Gunadi juga menjelaskan para pemimpin India punya hubungan yang baik dengan pemimpin Indonesia, dari zaman Presiden Pertama Soekarno hingga Presiden Joko Widodo.

"Kami melakukan diplomasi lunak kepada kontraktor. Diplomasinya adalah dengan mengatakan bahwa "Indonesia-India are brotherhood from the President Sukarno and Nehru till President Joko Widodo and the President India now."

"Dengan memohon baik-baik, akhirnya motor Indonesia diperkenankan lewat. Alhamdulillah," kata Gunadi dikutip Kompas.com.

Menurut Gunadi, rute yang dilaluinya ini bisa menghemat jarak tempuh hingga 500 kilometer. Dengan melewati rute ini, maka perjalanan menuju New Delhi tidak harus melewati wilayah Nepal.

Karena itu ia mengucapkan terima kasih pada kontraktor jembatan yang akhirnya mengizinkannya lewat. 

Selama hampir empat pekan, Gunadi telah melintasi Sumatera, Malaysia, Thailand, Myanmar, sebelum akhirnya masuk ke India.

Pada awalnya, Gunadi dijadwalkan tiba di Himalaya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang. Namun belakangan, Gunadi menyebut ada kemungkinan besar dirinya akan tiba lebih cepat.