Sabtu, 27 Oktober 2018 03:30 WITA

Seboroik, Penyakit Kalau Helm Jarang Dicuci

Editor: Nur Hidayat Said
Seboroik, Penyakit Kalau Helm Jarang Dicuci

RAKYATKU.COM - Belum banyak yang tahu kalau ada penyakit yang menghantui kalau helm jarang dicuci. Seboroik namanya. Lengkapnya, penyakit ini bernama dermatitis seboroik.

Gejalanya penyakit dermatitis seboroik sering disangka ketombe, tetapi bisa jadi komplikasi yang lebih parah karena kulit kepala bisa mengelupas.

Dilansir GridOto, saat kepala mengalami panas, basah, dan pengap saat memakai helm yang kotor, kepala bisa jadi berminyak dan jadi sarang bakteri yang menyebabkan seboroik.

Daripada sampai kena penyakit ini, makanya rajin-rajin deh mencuci helm. Lagi pula tak sulit mencuci helm,

Agar tak tumbuh jamur atau jadi penyakit, helm perlu dibersihkan atau dicuci. Sebelum membersihkan, siapkan peralatan seperti sikat gigi, kain bersih, busa, dan produk pembersih.

1. Mencuci helm bisa dimulai dengan liner yang dibuka dan tak perlu obat khusus

Kalau bisa rutin minimal sebulan sekali untuk dicuci dan dijemur. Mau pakai sabun yang ada antiseptiknya atau sabun lain boleh-boleh saja.

2. Sikat busa helm dengan sedikit sabun

Tujuannya semata-mata hanya untuk menghilangkan bau apek, bakteri dan kotoran pada busa helm.

Jika helm segera akan digunakan kembali, maka mencucinya jangan terlalu basah agar mudah dalam proses pengeringan.

3. Perhatikan cara pengeringan busa pada helm

Sebaiknya tidak dijemur langsung di bawah sinar matahari. Hal itu dapat menurunkan performa dan kemampuan busa.

Padahal bagian ini berguna untuk meredam saat terjadi benturan. Jadi kalau dia dijemur di bawah sinar matahari, lama-lama busa ini akan menyusut sehingga ketika dipakai lagi busanya bakal longgar.

Bisa dikeringkan dengan cara diangin-anginkan tanpa di bawah terik matahari langsung.

Hal itu dapat menurunkan performa dan kemampuan busa. Padahal bagian ini berguna untuk meredam saat terjadi benturan.

Jadi kalau dia dijemur di bawah sinar matahari, lama-lama busa ini akan menyusut sehingga ketika dipakai lagi busanya bakal longgar.

Bisa dikeringkan dengan cara diangin-anginkan tanpa di bawah terik matahari langsung.

Lebih cepat lagi bisa dikeringkan dengan hair dryer atau kipas angin.

4. Perhatikan juga bagian luar helm termasuk kaca

Bersihkan bagian luar helm atau cangkang helm menggunakan kanebo atau lap halus lainnya.

Apabila terlalu kotor akibat debu atau kotoran lainnya yang menempel, beri sedikit air pada lap yang digunakan.

Usap kaca depan dengan kombinasi kain bersih dengan permukaan lembut (mikrofiber), air hangat, dan sedikit sabun.

Utamakan memakai jari untuk membuang kotoran agar meminimalisasi kemungkinan lecet.
Biarkan kering tanpa alat bantuan.