Rabu, 31 Oktober 2018 14:48 WITA

Mengenal Komunitas Independen Scooter, Persaudaraan Sampai Tengkorak

Penulis: Syukur
Editor: Mulyadi Abdillah
Mengenal Komunitas Independen Scooter, Persaudaraan Sampai Tengkorak
Personel Komunitas Independen Scooter (KIS) Indonesia saat melakukan touring beberapa waktu lalu. Foto: IST

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Yuk kenalan dengan komunitas vespa scooter yang satu ini. Bernama Komunitas Independen Scooter (KIS) Indonesia, mengusung prinsip persaudaraan sampai tengkorak.

Markas utama KIS Indonesia di Kota Makassar. Anggota komunitas pecinta motor mesin kanan itu tersebar di berbagai penjuru kabupaten/kota tanah air.

"Sebenarnya eksis dalam dunia vespa sejak tahun 1988. Namun secara resmi dibentuk tahun 2009," ucap Udin, salah satu pendiri KIS Indonesia saat berbincang dengan Rakyatku.com di base campnya, Jalan Minasa sari, Blok B15/2, Kota Makassar.

Pace, sapaan akrab Udin, sejak kecil telah bergelut dengan dunia vespa. Hobi ini diturunkan dari bapaknya yang juga penggila motor vespa. 

"Sejak SMP saya memang sudah pakai Vespa. Saya pakai motor milik bapak, vespa Bajaj. Memang kami sekeluarga pecinta vespa. Istri dan anak saya juga pecinta vespa," ujar Udin seraya menunjuk ke arah vespa bajaj warna hijau warisan sang ayah.

Dari kecintaan inilah, Pace merintis KIS Indonesia. Para mania scooter "disatukan" bak sebuah keluarga. Siapa saja bisa bergabung. Pun tak ada istilah pecat memecat meski ada yang tidak aktif. Baginya, persaudaraan adalah yang utama. 

"Persyaratannya harus memiliki vespa (Clasik, Sport dan Ekstrim) dan menjaga nama baik sesama pengguna mesin kanan," kata Pace seraya membakar sebatang rokok.

KIS Indonesia pun enggan mengekang kreativitas para anggotanya. Komunitas ini terbagi dalam tiga divisi guna menyalurkan kegemaran dan kreasi masing-masing. 

Mengenal Komunitas Independen Scooter, Persaudaraan Sampai Tengkorak

Yakni Divisi Sespan yang tergabung di Komunitas Sespan (Konsep). Markas Konsep berada di Jalan Abdullah Dg Sirua. Kemudian Divisi Brofals, pecinta vespa yang juga pengemar penyanyi legendaris Indonesia, Iwan Fals. 
Brofals tergabung di Serdadu Mako di Pintu Nol Unhas. Selanjutnya Divisi Tim Sarkodes, ini untuk silaturahim dan menghilangkan jarak sesama Schoterist.

"Jadi semua ini bukan untuk membuat sekat-sekat tapi untuk mempersatukan dan semakin mempererat silaturrahmi," ungkap Pace.

Logo Sakral

KIS memiliki dua logo. Yakni logo komunitas dan logo yang digunakan saat touring. Logo komunitas dapat digunakan oleh semua anggota sedangkan logo bernama Sapu Rata Kota dan Desa (Sarkodes) cuma orang-orang tertentu. 
Logo Sarkodes dianggap sakral. Berbentuk tengkorak dengan mata merah dan kaca mata di jidat. 

"Sarkodes itu sapu rata. Logo ini tidak boleh sembarangan dipakai. Untuk dapat menggunakan bordir besar di baju syaratnya harus sudah touring di lima provinsi berbeda di Indonesia. Kalau belum cukup tidak dibolehkah menggunakan Sarkodes," urai Pace.

Apa makna dari logo Sarkodes yang bergambar mata merah dan tengkorak? Keduanya adalah simbol persaudaraan. 

Mata merah itu akibat dari aktivitas begadang demi merawat silaturahmi antar sesama scooter mania. 

"Kita di sini selalu menerima teman-teman yang ingin bertamu termasuk yang belum kita kenal. Terkadang kita dapat telpon ada yang akan singgah (transit) untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain. Infonya biasa akan tiba di base camp siang hari namun sampai malam terkadang belum sampai. Bahkan kita terkadang menunggu sampai subuh. Mata jadi merah karena begadang. Itulah kenapa matanya merah. Hehehe," urai Pace.

Sementara tengkorak bermakna persaudaraan itu abadi.
"Tengkorak ini pesannya persaudaraan kita sampai mati. Agar persaudaraan tetap baik tentu kita harus menjaga silaturrahmi yang baik pula," demikian Pace.

Namun meski, dua logo ini dalam satu komunitas ini bukan berarti ada sekat. Semua tetap berkewajiban menjaga solidaritas vespa. Termasuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat umum. 

"Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga nama baik komunitas. Logo Sarkodes itu khusus penghargaan bagi mereka yang telah touring jauh. Ini juga untuk memotivasi anggota yang lainnya," ungkapnya.

Digodok Jadi Mekanik

Bergabung dalam KIS Indonesia, sudah tentu akan mengikuti berbagai kegiatan ataupun event motor vespa. Untuk bekal, anggota KIS sejak dini diperkenalkan jenis-jenis motor dan alat vespa. Di Basecamp KIS disuguhkan peralatan untuk belajar servis dan modifikasi vespa.

"Anggota bisa memakai semua alat yang ada seperti kunci-kunci, las dan dico. Tujuannya agar bisa mandiri. Sebab kalau di jalanan motor mogok, kan bisa servis sendiri. Anggota kita sebagian besar sudah bisa jadi mekanik," ungkap Pace.

Bicara soal modifikasi, tentu membutuhkan biaya. Harganya bervariasi. Tergantung keinginan. "Biaya modifikasi mulai Rp 2 juta hingga Rp5 juta. Tergantung jenis dan modelnya," kata Pace.

Semenjak eksis dalam dunia vespa, KIS Indonesia ini juga sudah berulang kali mendapat penghargaaan dan menjadi juara setiap kontes. Salah satu event yang pernah dijuarai adalah lomba Kontes pada Event Celebes Scooter Party (CSP). Vespa tertua jenis Bonte' tahun 1964 pun ada dalam komunitas ini. 
 
"Sudah beberapa kali dapat juara di CSP, diantaranya juara 1 kontes sespan kategori Ekstrim dan juara 2 kategori Vespa klasik," lanjut Pace usai menyeruput segelas minuman.

Tak hanya eksis di kandang sendiri. KIS Indonesia eksis di event vespa di luar pulau Sulawesi. Salah satunya event Java Scooter Rendezvous (JSR). JSR ini kegiatan skala nasional yang digelar setahun sekali. Di Sulsel, event besar yang tiap tahun diadakan adalah Celebes Scooter Party.

"Bukan hanya di event vespa kita juga biasa ikut meramaikan Peringatan Hari TNI. Peringatan hari besar seperti 17 Agustus juga kita selalu ada event," paparnya.

Aktif Kegiatan Sosial

KIS juga aktif melakukan kegiatan sosial. Misalnya saat perayaan hari ulang tahun KIS. Semua anggota KIS dari berbagai penjuru tanah air berdatangan. 

"Acara ulang tahun selalu kita rangkaikan dengan bakti sosial. Seperti aksi bersih lingkungan yang pernah kita lakukan di wisata Pantai Topejawa Kabupaten Takalar," bebernya.

Selain di hari ulang tahun, KIS juga aktif pada kegiatan sosial lainnya. Bahkan KIS aktif mengirimkan relawan dan bantuan dalam bencana alam yang terjadi. 

"Bencana di Lombok dan Sulteng kita kirim anggota untuk jadi relawan. Kita juga menyalurkan bantuan yang dikumpulkan dari anggota KIS di seluruh Indonesia. Termasuk dari komunitas lain. Di Sulteng kita bawa langsung bantuan ke sana," tandasnya.