Minggu, 04 November 2018 05:30 WITA

Motor Sespan Buatan 1941 ini Kembali Diproduksi 

Editor: Eka Nugraha
Motor Sespan Buatan 1941 ini Kembali Diproduksi 

RAKYATKU.COM -- Konsep motor sespan yang tenar di masa perang mungkin telah redup. Jika harus bersaing dengan sepeda motor zaman sekarang, Sespan seolah tak dilirik lagi. 

Meski demikian motor desain seperti ini memiliki penggemar loyalnya sendiri. Mereka tidak pernah akan mati. 

Hal inilah yang menjadi alasan merek otomotif asal Rusia, Ural kembali memproduksi model sespan. Model terbarunya kini kembali hadir dengan nama Ural Air Limited Edition. Modelnya mirip dengan yang diproduksi pada 1941. 

Seperti yang dilansir Carscoops, Ural terbaru kini dilengkapi dengan fitur-fitur moderen. Ada beberapa perangkat canggih seperti quadricopter remote control DJI Spark dan kamera drone berbasis cubby 3D-dicetak dari StrataSys. Teknologi ini dipasang pada hidung sespan yang digerakan remot kontrol khusus.

Motor ini juga dilengkapi port pengisian USB untuk menjaga drone tetap aktif saat motor berjalan. Pabrikan membangun kendaraan ini untuk dijadikan motor touring yang didukung dengan alat perekam perjalanan yang akan berfungsi untuk mendokumentasikan aktivitas penggunanya.

Selain perangkat ini, Ural Air Limited Edition juga mendapat tongkat selfie teleskopis, lampu kabut tambahan, rak bagasi, roda cadangan dan ban, jerigen, alat bantu, dan sekop sebagai perlengkapan tambahan yang akan mendukung bikers dalam petualangan jarak jauh.

Semua peralatan yang dipasang pada tubuh Ural baru ini telah dihitung secara detil sehingga tidak akan mengganggu kestabilan motor saat menghadapi jalan berkelok maupun medan off road. Untuk mendukung kemampuan jelajahnya, ia juga dilengkapi penggerak dua roda sehingga dapat melibas berbagai medan dengan enteng.

Ural yakin kehadiran motor edisi khusus ini akan disambut hangat oleh para penggemar motor lawas. Apalagi status edisi terbatas yang dibawanya akan menjadi incaran banyak pihak untuk dijadikan koleksi bagi kolektor di berbagai belahan dunia.

Berita Terkait