Sabtu, 24 November 2018 08:42 WITA

KOMUNITAS

Tips Touring yang Aman dan Nyaman dari KIS

Penulis: Syukur
Editor: Aswad Syam
Tips Touring yang Aman dan Nyaman dari KIS
Salam mesin kanan. (Foto: Syukur/Rakyatku.com)

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Melakukan perjalanan jauh dengan kuda besi, menjadi hal membanggakan bagi setiap komunitas motor. Touring menjadi hal yang sangat diharapkan setiap anggota komunitas. 

Melintasi kabupaten/kota, antara pulau atau bahkan antara negara. Dilakukan beramai-ramai, atau juga bisa sendiri. 

Touring pun terkadang dilakukan dengan waktu yang panjang. Tak haya pengaruh jarak tempuh yang panjang, keberadaan teman-teman sesama komunitas di kota berbeda, pun mempengaruhi perjalanan. 

"Kalau teman-teman tahu kita akan melintas di kotanya, pasti ditunggu dan akan ditahan. Kalau pun kita tidak bisa nginap, minimal kita ngopi-ngopi bareng baru melanjutkan perjalanan. Tidak akan dibiarkan lewat begitu saja. Pasti akan diminta mampir ke base camp mereka, meskipun hanya satu atau dua batang rokok baru lanjut. Sekadar untuk bersilaturahmi," ungkap Syahruddin alias Pace Udin, pendiri Komunitas Independen Scooter (KIS).

Pace Udin yang telah keliling Indonesia menggunakan vespa menyebut, dalam touring vespa tak ada kata meninggalkan teman. Satu kendaraan yang bermasalah, semua akan singgah. 

Tak hanya saat touring di mana pun, saat ada vespa mogok pasti akan dibantu oleh pengguna vespa lainnya.

"Kecuali bukan anak vespa. Tapi kalau pecinta vespa pasti akan singgah ketika ada vespa yang mogok sekalipun tidak saling kenal. Ya begitulah anak vespa," tambah Pace yang telah puluhan tahun bergelut dengan mesin kanan, sebutan akrab vespa.

Mengingat usia yang sudah lanjut, touring menggunakan vespa harus dipersiapkan dengan matang. Hal ini untuk membuat touring tidak terganggu akibat kerusakan kendaraan.

"Sebelum berangkat tentu harus ada persiapan. Kunc-kunci harus lengkap, oli samping, busi cadangan, ban dalam, kampas kopling, tali kopling atau gas dan yang juga sangat penting adalah alat pres ban jika sewaktu-waktu ban bocor," ungkap Pindi, Ketua KIS Makassar.

Perlengkapan pribadi untuk menunjang perlengkapan kendaraan juga perlu. Namun yang juga sangat membantu ketika melakukan touring, adalah pengetahuan tentang mesin. 

"Untuk perlengkapan pribadi, minimal siapkan uang agar tidak menyusahkan orang lain. Juga minimal kenal mesin motornya, tahu mengerjakan mesin kendaraan sendiri jika ada kerusakan," tambah Pace. 

Untuk yang pemula sebelum melakukan touring, Pace Udin menyarankan agar memberi informasi kepada komunitas di daerah yang akan dilewati. Selain itu, safety procedure berkendara juga sangat disarankan untuk menghindari hal yang tak diinginkan terjadi.

"Khusus untuk pemula sebaiknya berkordinasi atau memberi kabar. Minimal update status di media sosial agar bisa dibaca dan diketahui oleh komunitas di kota yang akan dilewati. Jangan lupa menggunakan helm, lebih aman jika menggunakan sepatu," beber Pace.

Agar tidak saling mengganggu dengan pengguna jalan lain, memilih waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan, juga sangat membantu. Jalanan yang padat atau macet cukup mengganggu perjalanan saat touring. Terlebih ketika jumlah personel yang ikut touring banyak.

"Sebaiknya lihat waktu yang tepat untuk jalan. Hindari jam macet.
Kalau pakai sespan, upayakan jalan malam atau subuh untuk hindari kemacetan di kota, agar tak mengganggu pengguna jalan lain," timpal Pindi. 

Membawa bensin cadangan menjadi solusi yang tepat, jika bensin habis dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak ditemukan. Tidak harus banyak. Namun bensin cadangan diupayakan mampu menjadi bahan bakar sebelum mendapat SPBU.

"Lebih aman membawa cadangan bensin 5 liter. Jika sewaktu-waktu habis bensin bisa dipakai. Jika pun Pertamina (SPBU) banyak, bahan bakar cadangan jangan dipakai. Tetap isi tangki motor dengan bahan bakar di pertamina," saran Pindi.

Demi kelancaran dan keamanan touring, istirahat saat mulai lelah menjadi kata kunci. Selain beristirahat di bace camp komunitas di kota yang dilalui, banyak tempat lain yang dapat dimanfaatkan. Memaksakan diri justru akan membahayakan tim touring, termasuk penggunaan jalan lainnya.

"Jangan dipaksakan. Banyak tempat yang bisa dijadikan tempat istirahat. Selain base camp komunitas, juga dapat istirahat di teras masjid, teras SPBU, Pos Petugas, Dinas Pemadam Kebakaran atau tempat-tempat lain yang tidak mengganggu masyarakat," pungkas Pace.