Senin, 05 Agustus 2019 02:00 WITA

Cara Merawat Rem Cakram Sepeda Motor

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Cara Merawat Rem Cakram Sepeda Motor
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Mayoritas semua sepeda motor keluaran terbaru sudah dilengkapi peranti pengereman disk brake atau piringan cakram. 

Minimal, jika pabrikan meluncurkan satu varian pasti akan ada minimal satu tipe yang telah dipasang peranti pengereman tersebut. 

Peranti pengereman yang satu ini punya beberapa keunggulan. Tidak cuma dikenal memiliki daya melepas panas yang lebih baik dari rem tromol, karena sifatnya yang terbuka, peranti pengereman piringan cakram juga lebih pakem.

Walaupun begitu, sama dengan peranti pengereman tromol, jika tidak dirawat, beberapa masalah pengereman, seperti tidak pakem, juga bisa muncul. Karena itulah para pemilik sepeda motor yang sudah memakai rem cakram sangat disarankan untuk melakukan perawatan rutin peranti sistem pengereman tersebut.

Apa saja langkah yang harus dilakukan? Dilansir laman Suzuki, Senin (4/8/2019), berikut ulasannya:

1. Rutin mengecek dan mengganti minyak rem

Minyak rem sangat penting untuk kinerja rem cakram agar maksimal. Kinerja rem cakram sangat mengandalkan piston yang ada pada master rem. 

Master rem fungsinya menggerakan kaliper untuk mencengkeram piringan cakram, ketika pengendara motor menarik tuas rem. Nah, lancar tidaknya piston dalam menjalankan fungsinya ini bergantung pada pompa hidraulik yang bekerja mengalirkan minyak rem.

Kalau saluran minyak tersumbat karena minyak kotor atau minyak sudah terlalu encer karena tercemar oleh bakteri atau zat lain yang bersenyawa dengan minyak, maka kinerja piston pasti akan terganggu. 

Loading...

Karena itulah, sangat disarankan untuk rutin mengecek dan mengganti minyak rem. Minimal setahun sekali diganti. Paling lama dua tahun sekali dan jangan lebih dari itu kalau Anda ingin selalu mendapatkan performa rem yang maksimal.

2. Rutin membersihkan kaliper

Rem cakram itu sifatnya terbuka. Padahal, di jalanan debu tanah serta kotoran banyak beterbangan dan berisiko menempel pada kanvas rem ataupun piston. 

Jika itu terjadi, maka kinerja dua komponen itu tidak akan maksimal kinerjanya. Karena itulah, rutinlah membersihkan keduanya dari kotoran.

3. Cek dan pastikan kaliper masih dalam kondisi baik

Kaliper memang jarang sekali rusak. Tetapi tetap saja ada kemungkinan rusak karena pemasangannya yang kurang tepat atau posisinya goyah karena faktor-faktor tertentu. 

Kalau kondisinya goyang atau bergetar, peranti yang bertugas untuk mencengkeram piringan cakram ketika pengendara motor menarik tuas rem itu berisiko cepat aus karena bagian-bagian tertentu dari kaliper akan terus bergesekan dengan piringan cakram.

Akibatnya ketika motor dipacu jalannya akan terasa seperti tersendat-sendat. Karena itulah, mengecek posisi kaliper sangat disarankan.

Loading...
Loading...