24 December 2016 09:21 WITA

Penjualan Mobil Niaga Diprediksi Tancap Gas di 2017 

Editor: Sulaiman Abdul Karim
Penjualan Mobil Niaga Diprediksi Tancap Gas di 2017 

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi membaik, begitupun di Makassar. Hal ini menjadi patokan pertumbuhan industri otomotif. Hal yang sama tampak pada proyeksi penjualan mobil niaga.

Selama ini naik turun penjualan mobil niaga selalu mengikuti laju pertumbuhan ekonomi dan geliat bisnis di sektor riil.

Menurut Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, penjualan kendaraan mobil tahun depan, akan sesuai dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional yang diprediksi bisa tumbuh sekitar 5 persen. Diproyeksikan penjualan mobil nasional keseluruhan akan sekitar 1.100.000 unit.

"Mobil niaga proporsinya 20 persen dari angka itu," katanya, Sabtu (24/12/2016). 

Sementara itu, di Makassar, para Agen Pemegang Merk juga mulai mengambil ancang-ancang. PT Bosowa Berlian Motor misalnya, APM Mitshubisi ini optimis akan tetap merajai pasar mobil niaga. Utamanya di segmen colt diesel. 

"Kami selalu optimis hadapi kondisi. Entah itu diprediksi bagus ataupun melemah. Tahun 2017, Jokowi masih melanjutkan pembangunan infrastruktur. Pembangunan fisik akan banyak. Dan ini merupakan peluang bagi kami selaku dealer kendaraan niaga. Kami selalu berharap, pasar kendaraan niaga akan bertumbuh. Karena pasar tersebut menjadi backbone kami," kata Marketing Comunication PT BBM Edy Junaedi. 

Sementara itu, PT Astra International UD Truck selaku APM UD Truck di Makassar juga memprediksi yang sama. Prediksinya, mereka dapat tumbuh hingga 40 persen di 2017. Dengan menjual 50 unit kendaraan niaga dari realisasi penjualannya tahun ini yang mencapai 25 hingga 30 unit.

(Reza Mardian)

Kepala Cabang UD Trucks Makassar Reza Mardian, mengatakan tahun depan pihak UD Truck bukan hanya akan menggarap pasar Sulsel. Tapi akan melirik sejumlah pasar potensial di Sulawesi.

Apalagi, pembangunan infrastruktur dan lokasi smelter yang mulai beroperasi di wilayah Sulawesi Utara dinilai menjadi pasar potensial. 

"Apalagi banyak proyek yang akan berjalan seperti pembangunan jalan tol dan apartemen akan mebutuhkan kendaraan Heavy Duty. Kita akan  fokus pada penjualan produk 10 roda, mixer dan dump," katanya.