Rabu, 28 Desember 2016 09:35 WITA

2016, Pasar Otomotif Sulsel Stagnan. Ini Buktinya

Editor: Adil Patawai Anar
2016, Pasar Otomotif Sulsel Stagnan. Ini Buktinya

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), memperkirakan pasar otomotif  nasional 2016 hanya tumbuh 4 persen. Belum ada efek signifikan perbaikan. 

Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara mengungkapkan, hingga kuartal ke tiga 2016, pelaku industri memperkirakan pasar belum mencapai pertumbuhan di kisaran 5 persen, sebagaimana perkiraan awal tahun. Semester kedua 2016 terjadi tren positif, tapi pertumbuhannya masih tipis.

Bagaimana di Sulsel? Pelaku otomotif mengamini, kondisi ekonomi tumbuh stabil. Sayangnya, hal itu belum menyulut permintaan pasar.

General Manager Marketing Kalla Toyota, Tarsimin menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan, apakah terjadi pertumbuhan penjualan di akhir tahun. Namun, perkiraannya, penjualan toyota hanya tumbuh antara 2-3 persen dari tahun lalu. 

"Sebenarnya datanya sampai Desember masih belum ada karena masih proses. Tapi kalau Januari-November market hampir 46 ribu unit. Atau naik sekitar 2,1 persen dibanding tahun lalu. Data ini untuk 4 provinsi Susel, Sulbar, Sulteng dan Sulteng," katanya.

2016, Pasar Otomotif Sulsel Stagnan. Ini Buktinya

Hal senada diungkapkan oleh Marketing Comunication PT Bosowa Berlian Motor (BBM) Edy Junaedi, selaku dealer resmi Mitshubisi. Pasar otomotif di Sulsel selama 2016 cenderung masih stagnan. Penjualan produk mitsubishi di 2016 tidak jauh berbeda dibanding 2015.

"Tapi ini cukup menggembirakan di tengah pasar yang masih stagnan. Kondisi ekonomi 2015 dibanding 2016 tidak jauh berbeda. Kendalanya masih di daya beli masyarakat yang dipengaruhi kondisi ekonomi makro," katanya.

Untuk penjualan di Sulsel, Mitshubisi berhasil menjual hingga 4.200 unit mobil periode Januari-November dengan komposisi 70 persen mobil niaga dan 30 persen mobil penumpang. 

"Sampai akhir tahun kami targetkan 4.600 unit," katanya.

Sementara itu Kepala Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (DSO) Indonesia Bagian Timur (IBT), Kroda Kalantara memprediksi, penjualan kendaraan roda empat di Sulsel hingga akhir 2016 hanya dikisaran hanya 34 ribu unit, yang artinya ada penurunan sekitar 8,13 persen dari 2015 yang mencapai 36.860 unit.

"Ya paling banter sih bisa capai 35 ribu unit. Hal ini karena memang pertumbuhan ekonomi belum begitu baik. Dan di tiga bulan terakhir ini, ekonomi masih ditopang belanja pemerintah," demikian Kroda.