Selasa, 10 Mei 2016 13:31 WITA

Ratusan Offroader ORX Terjang Pedalaman Tiga Kabupaten

Penulis: Wahyu Susanto S
Editor: Sulaiman Abdul Karim

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ratusan offroader menaklukan pedalaman di sejumlah Kabupaten Provinsi Sulawesi Selatan. Seperti Malino Kabupaten Gowa Sulsel, Banteng, Jeneponto, dan Bulukumba, yang digelar pada 6 hingga 8 Mei 2016 lalu di ajang Open Road Expedition (ORX) ke-5.

Di hari pertama, peserta mengambil start dari Monumen Mandala, Makassar. Seluruh peserta menuju ke arah pegunungan di Kabupaten Gowa Sulsel. Di sana, peserta langsung disambut tanjakan yang cukup terjal, pun jalanan masih pengerasan. 

Jalan tersebut menuju Tana Karaeng dan Bissoloro. Rute ini sangat jarang dilalui oleh kendaraan bermotor, baik roda dua, hingga roda empat. Karena kondisi jalan yang sangat terjal dan bebatuan.

Peserta juga melewati beberapa dusun dari dua daerah tersebut yang jaraknya 10 km. Diantaranya, Dusun Ma'meso, Dusun Da'leka, dan Dusun Dongkoa. Untungnya, daerah ini tidak terjadi hujan, sehingga para peserta tidak mengalami kesulitan untuk melaluinya.

Para peserta selanjutnya tiba di daerah hutan pinus di Malino yang juga menjadi pos dua. Disini, kondisi jalan juga sangat ekstrim. Salah satu peserta terperosok melewati jalur. Evakuasi harus dilakukan oleh panitia, dibantu sejumlah peserta lain.

Di lokasi ini peserta rehat sejenak untuk beristirahat. Sembari beristirahat, para peserta disuguhkan pemandangan panorama alam berupa pegunungan di atas hutan pinus di Malino.

Kembali ke jalur offroad, peserta kembali bergerak melewati hutan pinus Malino dengan jalur aspal sekitar 1 kilo menuju Malakaji. Tiba di atas, melewati jalur di Malakaji, peserta berada di ketinggian 1.640 meter, tepat berada di pundak gunungan Lompo Battang di Lapangan Pesantren Parang Bintolo, Kel Cikoro, Kel Tompobulu, Kabupaten Gowa Sulsel.

Disini, seluruh peserta kembali disuguhkan pemandangan pegunungan di atas ketinggian 1.640 meter. Peserta berkemah di punggung Gunung Lompo Battang, kembali melakukan perjalanan menuju Dusun Pa'Bukakang, Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Bulukumba Sulsel. 

Tetapi, sebelum sampai di sana, para peserta terlebih dahulu, melalui pegunungan di pedalaman Jeneponto. Di pedalaman Jeneponto ini, hujan lebat disertai kabut menghadang para peserta ORX. 

Loading...

Serat jalan yang dilalui juga sangat terjal dan licin. Tetapi itu bukan hambatan bagi peserta, mereka terus melakukan perjalanan di daerah itu. Hingga sore hari tiba, peserta telah memasuki pedalaman di Kabupaten Bantaeng Sulsel. 

Disini, jalur tidak kalah terjal dengan jalur-jalur yang telah dilalui seluruh peserta. Hingga pukul 17.00 Wita, peserta tertahan di tengah hutan dikarenakan peserta asal Palu mengalami kerusakan pada mobil Jeep yang dikendarai.

Karena jalan yang hanya satu mobil bisa melewatinya, hampir tiga jam lamanya peserta menumpuk di tengah hutan, menunggu peserta asal Palu itu membenahi kendaraannya.

Terlepas di hutan Bantaeng, peserta kembali menuju desa Kahayya di Kabupaten Bulukumba. Jalur menuju Kahayya ini, adalah jalur yang baru saja dibuka oleh panitia, dengan mengikis gunung, hingga terbentuk jalan yang bisa dilalui kendaraan.

Jalur menuju Kahayya ini, kondisinya paling ekstrim. Jalan yang licin hingga jurang yang dalam menghadang seluruh peserta. Hingga banyak kendaraan peserta yang tertahan tak bisa mendaki di jalur itu.

Tepat pukul 02.00 dini hari pada Minggu 8 Mei, peserta akhirnya tiba di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba Sulsel. Seluruh peserta melakukan istirahat disini, dan melanjutkan perjalanan pada pagi harinya, menuju Jalan Jati, Kota Bulukumba. 

Seluruh rangkaian perjalanan yang dilakukan peserta ORX ini, akhirnya berakhir di Rumah Jabatan Bupati Bulukumba Sulsel. Disana, peserta disambut oleh AM Sukri Sappewali, selaku Bupati Bulukumba, dengan jamuan makan siang. Serta pengumuman door prize bagi pemenang undian peserta ORX, baik motor maupun mobil.

Loading...
Loading...