Kamis, 01 Februari 2018 14:09 WITA

Arti Kode SAE dan API Pada Oli Mesin

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
Arti Kode SAE dan API Pada Oli Mesin

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sistem pelumas pada mesin mobil menjadi hal penting karena menyangkut banyak hal. Salah memakai oli, mobil akan terasa tidak bertenaga dan dalam jangka panjang bisa merusak mesin. Bila diperhatikan, setiap oli mesin mempunyai beragam kode di kemasannya dan digunakan sebagai petunjuk untuk penggunaan pada mobil dengan teknologi atau mesin tertentu.

“Pemakaian oli yang tepat pada mobil menjadi faktor penting. Tidak hanya untuk mencapai performa yang optimal, tapi juga untuk menjaga daya tahan mesin mobil,” jelas Customer First Area Department Head Kalla Toyota, Muhammad Shobirin, Kamis (1/2/2018)

Ada dua kode internasional yang umum digunakan pada setiap produsen oli. Kedua kode tersebut adalah SAE (Society of Automotive Engineers) dan API (American Petrolium Institute). SAE merupakan badan internasional yang menjelaskan kekentalan oli. Hal ini berpengaruh pada saat pengaliran minyak pelumas serta ketahanannya di suhu udara. Kode pada SAE juga menunjukkan kemampuan suatu oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin dan lingkungan baik itu dingin atau panas.

Arti Kode SAE dan API Pada Oli MesinJika angka indeks SAE kecil artinya oli semakin cair. Sehingga kemungkinan oli untuk membeku atau mengeras pada suhu rendah semakin kecil. Ini berguna ketika mesin mobil dinyalakan pada suhu dingin, misalnya saat musim salju di negara-negara Eropa atau Amerika. Pada oli mesin mobil biasanya diikuti huruf W singkatan dari winter (musim dingin) yang artinya penggunaan oli tersebut bisa sampai -20 derajat celcius. Misalnya SAE 5W, SAE 10W atau SAE 20W.

Namun oli tidak hanya harus bekerja dengan baik saat dinyalakan suhu mesin masih dingin, tapi juga ketika mesin bekerja. Umumnya oli yang digunakan ialah multigrade dimana kekentalannya menyesuaikan pada rentang temperatur mesin. 

"Ini bisa dilihat angka yang mengikuti dibelakangnya. Seperti SAE 5W-20 yang artinya suhu terendah oli tingkat kekentalannya 5, sedangkan pada suhu maksimum (panas) tingkat kekentalan oli 40. Semakin rendah suhu udara di luar maka mobil membutuhkan oli yang lebih cair dengan kode 0W atau 5W. Namun semakin panas cuaca maka dibutuhkan oli dengan tingkat kekentalan lebih tinggi seperti 15W-30."ungkapnya

Menurutnya, Pemakaian kekentalan oli yang tidak sesuai dengan suhu negara bisa menyebabkan kinerja oli tidak maksimal. Misalnya, oli SAE 5W-40 digunakan di Indonesia sebagai negara tropis, maka oli akan sangat cair dan sulit melakukan lubrikasi dengan baik. 

Tetapi saat ini selain suhu lingkungan, ada hal lain dalam pemilihan oli mobil, yakni tahun produksi mesin. Pada mobil-mobil baru disarankan menggunakan oli yang cair. Dikarenakan oli yang cair dapat melumasi mesin sampai celah terkecil dengan lebih maksimal. 

Selain kode SAE, juga terdapat kode API. Perlu diperhatikan bahwa oli mesin bensin dengan diesel mempunyai kode API yang berbeda. Pada mesin bensin umumnya dimulai dengan huruf “S”, sementara diesel huruf “C”. 

Setelah huruf tersebut di ikuti dengan huruf kedua sesuai abjad. Misal SA, SB, SC, SD, SE dan seterusnya. Huruf kedua tersebut bisa diartikan untuk mesin mobil yang lebih modern. Adapun standarisasi API ini juga disesuaikan dengan perkembangan jenis mesin mobil. Umumnya semakin tinggi huruf kedua akan menunjukkan spesifikasi yang lebih tinggi.

Arti Kode SAE dan API Pada Oli Mesin“Sebagai contoh, oli dari TMO Full Synthetic 0W-20 ECO Power API SN ILSAC GF-5 yang direkomendasikan untuk digunakan pada kendaraan Toyota Calya karena memiliki tingkat kekentalan yang cair sehingga membuat oli ini mampu melumasi seluruh bagian mesin dengan sempurna,” Lanjut, Shobirin.

Oli dari TMO ini tidak hanya telah lulus uji standarisasi internasional dari API (American Petroleum Institute) tapi juga telah lulus uji standarisasi dari ILSAC (International Lubricant Standardization and Approval Committee) yang terlihat dengan kode SN yang menunjukkan standarisasi API, sementara GF-5 merupakan kode yang menunjukkan telah uji standarisasi dari ILSAC.